Mensos: Penerima PKH Dilarang "Gaptek"

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara pencairan dana Progran Keluarga Harapan di Kantor Pos Surabaya Selatan, Kota Surabaya, Jawa TImur, Sabtu (25/6/2016)(KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI)
pkhkebumen.com - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak gagap teknologi (gaptek). Karena dana PKH tidak lagi disalurkan secara tunai, melainkan melalui transaksi elektronik.

"Dulu penyaluran masih tunai tidak apa-apa, tapi sekarang sudah tidak, karena menggunakan kartu, jadi penerima tidak boleh gaptek, harus menyesuaikan dengan perkembangan," kata Khofifah saat meresmikan E warung Koperasi Usaha Bersama Elektronik (KUBE) di Kelurahan Wonocoyo, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (17/7/2016) sore.

Dia yakin, dengan berjalannya waktu, penerima PKH akan terbiasa menggunakan kartu transaksi elektronik yang didalamnya terdapat nominal dana program yang didapat.

Melalui kartu tersebut, penerima program bisa membelanjakan dana program dengan sembako di agen yang ditunjuk oleh Bank BNI selaku pembuat sistem transaksi elektronik.
Advertisment

"Ke depan, bukan hanya beras, minyak, dan gula, tapi juga bisa membeli LPG bersubsidi, dan listrik bersubsidi," terangnya.

Kartu E warung kata dia adalah terobosan untuk memotong distribusi kebutuhan pokok penerima program. Barang yang dibeli lebih murah karena disuplai langsung oleh Bulog. Peresmian E warung di Sidoarjo adalah yang kedua, dua warung sebelumnya sudah diresmikan oleh Khofifah di Kota Malang pada Juni lalu.

Tahun ini, Bank BNI menargetkan membuka 30 ribu agen E warung di seluruh Indonesia.

Sumber: kompas.com

Posting Komentar